4 Maret 2012 - 19:15
Kode berita: 300565
Pemerintah Suriah sampai saat ini masih direpotkan oleh kelompok pemberontak yang dipersenjatai oleh Negara-negara Arab yang menghendaki tergulingnya rezim Bashar Asad.
Menurut Kantor Berita ABNA, akibat mendukung dan membantu gerakan anti Israel, rakyat Suriah dan rezim Bashar Asad terpaksa menghadapi berbagai aneka konspirasi dari fraksi Barat dan Arab. Setiap kali mereka berhasil melewati sebuah konspirasi, muncul tipu daya musuh yang lebih dasyhat lagi. Pemerintah Suriah sampai saat ini masih direpotkan oleh kelompok pemberontak yang dipersenjatai oleh Negara-negara Arab yang menghendaki tergulingnya rezim Bashar Asad.
Berikut kejadian-kejadian penting di Suriah yang penting untuk diketahui:
Kelompok Pemberontak Lari dari Ḥimṣ
Ketika pasukan keamanan Suriah berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Ḥimṣ, pihak pemberontak segera mengumumkan pengunduran diri mereka dari kawasan tersebut, dan menyangkal bahwa mereka melarikan diri.
Sumber berita mengabarkan pasukan keamanan Suriah berhasil mendesak kelompok pemberontak yang akhirnya melarikan diri ke kawasan lain setelah sebagian besar kawasan Baba Umar dan Ḥimṣ dikuasai pasukan keamanan Suriah.
Namun Kolonel Riyadh Al-As'ad, selaku pimpinan pemberontak yang menyebut kelompok mereka sebagai tentara pembebasan Suriah tetap berupaya memberikan motivasi kepada anggota mereka bahwa hanya mengundurkan diri untuk sementara. Sementara pasukan keamanan Suriah mengklaim kelompok pemberontak telah kekurangan senjata dan telah tampak ada sinyal hendak menyerah.
Pasukan keamanan Suriah dengan kembali mengusai Hims menyatakan bahwa Hims telah aman dari aksi teror kelompok pemberontak. Beberapa dari anggota kelompok pemberontak berhasil ditangkap hidup-hidup oleh pasukan keamanan Suriah. Kelompok pemberontak yang tertangkap mengakui senjata dan perlengkapan militer mereka didapatkan dari AS dan Israel.
Tentara Perancis ditangkap di Ḥimṣ.
Beberapa orang tentara Perancis yang memasuki Ḥimṣ dengan tujuan untuk membantu kelompok pemberontak berhasil ditangkap pasukan keamanan Suriah.
Menurut beberapa sumber berita, penangkapan beberapa orang tentara Perancis tersebut telah mengkhawatirkan Paris. TV Voltaire Perancis pun melaporkan jumlah yang ditawan sebanyak 18 orang.
Konspirasi AS untuk Menyerang Suriah
Media AS menurunkan berita, bahwa Kementerian Pertahanan AS menyatakan adanya kemungkinan untuk melancarkan agresi militer ke Suriah. Dalam satu wawancara dengan CNN, sumber berita tersebut menambahkan, "Rencana penyerangan tersebut sudah sedemkian siap dan tinggal menunggu perintah dari Gedung Putih."